Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2015

Kemarau Panjang



Kemarau Panjang
Oleh Nurasiyah

Berhentilah memandang
Meski kemarau panjang akan berlalu
Meski rumput tepi jalan akan segera basah

Jangan berhenti basahi bibirmu
Meski kamarau telah gersangkan tepinya
Meski binatang kecil telah menggigitnya

Sujudkan dahi di atas sajadah
Ampunkan dosa, sucikan jiwa
Menangislah hingga kering air mata
Hingga suara parau tak bernada


Tuhan-Nya
Selepas kemarau panjang
Ia akan bersuci

Mendekatlah padaku



Mendekatlah padaku
Oleh Nurasiyah
Medekatlah padaku
Biar kucairkan seluruh gundahmu
Kubekukan air matamu
Agar kau lupa caranya bersedih

Mendekatlah padaku
Biarkan kuhapus belenggu masa lalumu
Mematikan tokoh yang menyayat hatimu di panggung masa lalu
Dan menghidupkan aku sebagai dewa yang tanggalkan air matamu
Yang menuai senyummu
Dan menyemai sepimu.

Gugur Sebelum Musim



Gugur Sebelum Musim
Oleh Nurasiyah
Sendi hati kau koyak hingga tak berbentuk
Sudah berapa kali kau mengabaikannya
Bagai memaksa daun gugur sebelum musim
Bagai memaksa gelap sebelum malam
Bagai mamaksa terang sebelum pagi      

Melati



Melati
Oleh Nurasiyah
Melati menyepi
Tanpa mawar maupun lili
Sudah sedari tadi
Aku menunggu di sini
Tanpa elegi
Tanpa penyemai sepi

Melati seperti mati
Tanpa aroma yang mewangi
Melati, beritahu aku tempat untuk menanti

Selasa, 30 Desember 2014

kapan


ini tentang waktu yang tak tentu
juga tentang separuh hati yang belum sempurna di pengujung tahun
tak ketinggalan cerita tentang penyesalan
sesal akan ibadah yang tak beres
aurat yang sekali dua kali masih nampak
ketidak ikhhlasan menerima
hati yang tak sadar terlalu meninggi
hati yang tak sadar telah menyakiti
kapan?
tahun depan masihkah rotasi yang sama akan berputar di roda waktu yang selalu tawarkan atmosfer beda di setiap tanggalnya?

Setangkai Bunga yang Membenci Ribut



Setangkai Bunga yang Membenci Ribut
(Arti sebuah kesuksesan)
Hidup di pinggir jalan
Tak suka keributan
Salah sendiri mimpi tumbuh di pinggir jalan
Sekali-kali kau bunga yang harus berjalan
Meski tak berkaki
Bisa kau minta orang jalan memindahkanmu di bawah tanah
Siapa suruh tumbuh menjulang ke atas kalau tak ingin mendengar ribut
Coba tumbuh ke bawah
Kesepian akan melingkarimu bukan?